Dinas Komunikasi Dan Informatika
Kota Mojokerto
KWT “MAKMUR SETUNGGAL” KELURAHAN BALONGSARI PANEN JAHE MERAH
09 September 2020
<p>MOJOKERTO-GEMA MEDIA : </p><p>Kelompok Wanita Tani (KWT) “Makmur Setunggal” Kelurah<i>an</i> Balongsari Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, sedang panen Raya Jahe Merah, rabu 9/9/2020. KWT yang terletak di RW.01 Lingkungan Balongcok Kelurahan Balongsari ini menanam dan memelihara berbaga<i>i</i> tanaman bahan pangan. </p><p>Selain sayur<i>an</i>, buah-buah<i>an</i>, dan ikan, KWT ini juga menanam bahan obat herbal salah satu<i>nya</i> adalah Jahe Merah. Wahjuni Sri Redjeki ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Balongsari saat mendamping<i>i</i> panen raya Jahe Merah tersebut menuturkan, Jahe Merah yang dipanen kali ini memang sudah waktu<i>nya</i>. Sekitar enam bulan lalu, KWT “Makmur Setunggal” telah menerima bantuan bibit jahe merah dari PT.Bintang Toedjoe yang terkenal dengan Bejo Jahe Merah.“ saat ini sudah waktu<i>nya</i> panen” kata<i>nya</i>. </p><p>Jahe Merah setelah enam bulan siap panen-an Jahe Merah hasil panen KWT Makmur Setunggal Kelurahan Balongsari-an Bersama Umi Eko ketua KWT “Makmur Setunggal” dan pengurus lain<i>nya</i>, panen kali ini dalam program panen raya. Selanjut<i>nya</i> tanggal 15 September nanti ada 3 (tiga) KWT yang ada di Kota Mojokerto dikunjung<i>i</i> oleh PT.Sido Muncul bersama ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto. </p><p>Hasil panen yang memenuh<i>i</i> standart tentu akan dibeli oleh perusaha<i>an</i> jamu tersebut. “semua bibit asal<i>nya</i> dari Bejo Jahe Merah, pengurus KWT yang menanam dan memelihara<i>nya</i> hingga berbuah, ini adalah panen perdana.” Terang bu Lurah Balongsari. Walau ditanam di polybag, ternyata jahe merah juga berkembang dan tumbuh subur. Oleh karena itu Bu Lurah ini menghimbau kepada ibu-ibu PKK khusus<i>nya</i> yang ada di RT/RW rajin menanam sayur<i>an</i> dan juga empon-empon seperti kunyit, jahe, kencur, lengkuas. </p><p>Kunci dan yang lain<i>nya</i> yang sehari-hari kita konsumsi, jadi tidak perlu membeli biar lebih hemat. Saat ini sudah banyak teknologi pertanian yang memberikan solusi menanam di lahan sempit atau lingkungan padat penduduk, yang nyaris tidak ada lahan, namun bisa memanfaatkan model vertical garden, atau dengan media pot, dari bekas pembungkus sebagai pengganti polybag. (an/er)</p>
← Kembali ke daftar berita