Dinas Komunikasi Dan Informatika
Kota Mojokerto
"WALIKOTA MOJOKERTO" TERIMA BANTUAN ALAT PCR DARI BNPB
03 September 2020
<p>MOJOKERTO -GEMA MEDIA:</p><p> Walikota Mojokerto Ika Puspitasari telah meresmikan operasional penggunaan alat pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) di Aula Gajah Mada RSUD dr.Wahidin Sudiro Husodo, rabu, (2/9/2020). </p><p>Alat pemeriksa<i>an</i> swab kasus terpapar Covid -19 tersebut merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulang<i>an</i> Bencana (BNPB) yang diterima Pemkot Mojokerto bulan juli lalu. Ning Ita panggilan akrab Walikota Mojokerto menyampaikan bahwa, dalam waktu satu bulan terakhir ini, angka pertambah<i>an</i> jumlah yang terpapar Covid -19 cukup besar. </p><p>Bantu<i>an</i> yang diberikan oleh BNPB dan BPBD Jawa Timur melalui PT. Solusindo sebaga<i>i</i> Investor ini sangat berarti, mengingat setiap melakukan swab dan menunggu hasil<i>nya</i> sangat lama. </p><p>“Kita harus mengirim hasil swab ke Surabaya dulu dan antri menunggu hasil<i>nya</i> hingga berhari-hari. Dengan bantuan alat ini, kita bisa melakukan tes PCR sendiri dan hasil<i>nya</i> bisa langsung keluar tanpa harus menunggu berhari-hari,” terang<i>nya</i>. Secara ceremonial operasionan pengguna<i>an</i> alat PCR bantu<i>an</i> dari BNPB diresmikan oleh Walikota Mojokerto-an Pada kesempatan yang sama Plt. Direktur RSUD Wahidin Sudiro Husodo dr. Triastuti juga menyampaikan, bantu<i>an</i> alat PCR dari BNPB sudah diterima sejak bulan Juli lalu dan telah dioperasikan untuk mendiagnosis Covid -19.</p><p> “Dalam sehari sampa<i>i</i> saat ini alat PCR bisa melakukan running sebanyak tiga kali dengan total 45 sampel, masing-masing terdiri dari 33 sampel PCR dan 12 sampel TCM,” ujar<i>nya</i>. Dokter spesialis anak tersebut juga menuturkan, dengan beroperasi<i>nya</i> mesin PCR itu, secara otomatis akan memangkas durasi pendeteksian kasus Covid -19 di Kota Mojokerto. </p><p>Sebab, selama ini sampel swab hanya dikirim ke labiratorium yang ditunjuk oleh Pemprov Jawa Timur. Karena harus menunggu antri<i>an</i>, sehingga hasil uji swab baru diketahui beberapa hari berikut<i>nya</i>. Sedangkan dengan alat PCR di RSUD, hasil<i>nya</i> dapat di ketahui tidak lebih dari satu hari. </p><p>“Untuk PCR membutuhkan waktu 2 jam hasil<i>nya</i> sudah bisa keluar. Sedangkan untuk TCM 1-1,5 jam sudah bisa keluar hasilnya,” jelas<i>nya</i>. Walikota Mojokerto saat memberikan sambutan peresmi<i>an</i> operasional alat PCR-jen Dengan demiki<i>an</i>, saat ini RSUD Wahidin Sudiro Husodo menampung seluruh kiriman sampel swab dari hasil Tracing yang dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto. Disamping itu, mesin PCR juga di gunakan untuk memeriksa sampel pasien yang di rawat di RSUD sendiri. “Atau bisa juga di gunakan bagi pasien atau ma<i>sy</i>arakat yang periksa secara mandiri,” pungkas<i>nya</i>. </p><p>Hadir dalam acara penerima<i>an</i> bantuan alat PCR, BPDB Jawa Timur, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi SIK, MIK, Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika Gaguk Tri Prasetyo selaku Jubir Satuan Tugas Penanganan Covid -19 Kota Mojokerto, dan Kasatpol PP Heryana Dodik selaku Ketua Harian Satgas Covid -19 Kota Mojokerto dan Manager PT Solusindo. (Jen/er)<br></p>
← Kembali ke daftar berita