Detail Berita

Home > Info > Berita > Detail Berita

BANGKITKAN SEMANGAT UMKM NING ITA KENALKAN HASIL KARYA PELAKU USAHA MIKRO KEPADA GUBERNUR JATIM

31 August 2020

<p>MOJOKERTO-(GEMA MEDIA)-</p><p>Salah satu upaya untuk bangkit dari dampak pandemi Covid -19 adalah menggerakkan kembali roda perekonomi<i>an</i> daerah, yang mana salah satu penggerak perekonomi<i>an</i> adalah para pelaku usaha mikro. Pada Minggu (30/8) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke Kota Mojokerto dalam rangka sosialisasi gerakan Jatim Bermasker moment kunjungan ini tentu<i>nya</i> dimanfaatkan oleh Walikota Mojokerto Ika Puspitasari untuk memperkenalkan hasil karya para pelaku usaha mikro yang ada di Kota Mojokerto. Selesai gowes menyapa warga Kota Mojokerto dan membagikan masker, bertempat di gedung Raw Material, Khofifah bersama Ning Ita meninjau beberapa program kemandirian pangan yang tengah dijalankan oleh pemerintah Kota Mojokerto yaitu pertani<i>an</i> dan perikanan yang dilakukan dengan organik yang berlanjut ke gedung workshop industri alas kaki. </p><p>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau hasil karya UMKM – Jen Bertempat di gedung workshop industri alas kaki, Gubernur Wanita Pertama di Jawa Timur ini melihat secara langsung proses produksi serta hasil karya para pelaku usaha mikro Kota Mojokerto seperti pembuatan masker dan APD, kerajinan bordir dan batik. Produk pangan juga turut menjadi perhatian khofifah seperti frozen food yang diolah dari hasil peternakan dan perikanan organik serta berbagai makanan olah<i>an</i> dari daun kelor dan minum<i>an</i> tradisional. </p><p>Dalam kesempatan ini, Ning Ita menyampaik<i>an</i> bahwa para pelaku industri alas kaki yang menjadi andalan di Kota Mojokerto terdampak akibat pandemi Covid -19.</p><p> “Khusus<i>nya</i> terkait UMKM para pengrajin industri alas kaki 100% terdampak kami memberikan pelatihan, ada 23 jenis pelatih<i>an</i> yang kami berikan secara masiv dimana pelatih<i>an</i> ini adalah transformasi dimana mereka yang berusaha di bidang alas kaki dialihkan kepada usaha lain yang saat ini tidak terdampak seperti makan<i>an</i>, minum<i>an</i>, pembuat<i>an</i> APD dan lain<i>nya</i>.</p><p>”jelas Ning Ita. Sebagaimana disampaikan oleh Ning Ita saat membuka pelatih<i>an</i> pembuat<i>an</i> frozen food beberapa waktu yang lalu bahwa pelaku usaha mikro adalah penggerak ekonomi kerakyatan, untuk itu dalam penan<i>g</i>anan dampak ekonomi di Kota Mojokerto, pemerintah telah menggandeng beberapa sektor BUMN dan BUMD maupun bantu<i>an</i> dari Kemensos untuk keta<i>h</i>anan pangan budi daya ikan unggas, budi daya ikan dan budi daya sayur<i>an</i>. </p><p>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencoba praktek membatik – Jen Sementara itu Khofifah menyampaikan, bahwa selain menerapkan protokol kesehatan untuk mengatasi pandemi Covid -19 sektor ekonomi juga menjadi salah satu perhatian. </p><p>“Ada upaya yang harus terus diseiringkan antara menjalankan protokol kesehatan dengan upaya menggerakkan sektor ekonomi.”jelas<i>nya</i>.</p><p>Khofifah menambahkan bahwa pada masa pandemi sektor agro di Jawa Timur mengalami kenaikan, dan oleh karena itu sektor agro baik pertanian, perikan<i>an</i>, peternak<i>an</i> harus didorong untuk mendapat ruang yang lebih strategis lagi guna mendorong dan meningkatkan roda perekonomi<i>an</i>.</p><p> “Kenaikan sektor nilai tukar petani di Jawa Timur mengalami kenaikan 0,22 persen, ini harus terus kita tingkatkan,” pungkas<i>nya</i>. (Jen/yuk).<br></p>
← Kembali ke daftar berita