Dinas Komunikasi Dan Informatika
Kota Mojokerto
TOKO KUE OLIVIA BAKERY LOUNCHING JAJANAN KHAS KOTA MOJOKERTO ONDE-ONDE BEBAS...
25 November 2020
<p>MOJOKERTO-(GEMA MEDIA)- </p><p>Onde-Onde merupakan jajanan Khas Kota Mojokerto. Umum<i>nya</i> onde-onde selalu digoreng. Beda dengan onde-onde bikinan Olivia Bakery jajanan khas Kota Mojokerto ini melalui proses oven yang bebas minyak dan lebih sehat. Pemilik Olivia Bakery Fery Gunawan, mengatakan Onde-onde oven yang dilaunching sejak bulan Maret 2020 memiliki enam varian rasa. Yakni original, banana, hazelnut, durian, cheese velvet dan choco crispy. “Kita launching bulan Maret lalu dan ada pandemi akhirnya kita publish sekarang,” katanya kepada awak media. Rabu, (25/11/2020). Inovasi dan kreasi menciptakan kue khas Kota Mojokerto menjadi sesuatu yang baru yakni dengan proses di oven. Ini karena, Olivia Bakery ingin menciptakan produk baru yakni onde-onde bebas minyak dengan harapan produk baru tersebut mengarah ke produk yang sehat. enam varian rasa onde-0nde original, banana, hazelnut, durian, cheese velvet dan choco crispy – Jen</p><p> “Kalau onde-onde goreng kan memang prosesnya digoreng, kalau kita memang bebas minyak dan memang kita maunya mengarah ke healthy produk. Jadi memang kita berusaha untuk mengambil icon Mojokerto dan tepatnya pasti onde-onde. Proses pembuatan onde-onde oven ini, kalau dari awal perkiraan kurang lebih 1 jam,” jelasnya. Yakni mulai persiapan sampai pengadukan dan proses terakhir yakni pengovenan kurang lebih 20 menit. Sehingga dalam waktu satu jam onde-onde oven sudah siap. Menurutnya, selama pandemi Covid-19 terjadi penurunan jumlah pelanggan yang datang. Bahkan mencapai 50 persen. “Tapi sekarang mulai agak meningkat dan untuk diri sendiri mulai banyak dikenal ma<i>sy</i>arakat karena memang kita belum launching yang grand launching sih jadi kita baru soft launching dan memang semoga ini bisa diterima ma<i>sy</i>arakat. Onde-onde oven ini yang kita tonjokan health,” tuturnya. Pemilihan proses oven, lanjut Gunawan, karena onde-onde yang merupakan kue khas Kota Mojokerto dengan digoreng banyak ditemui dimana-mana sehingga dipilih oven. Jika pelanggan tidak ingin makan onde-onde yang berminyak, tegas Gunawan, jadi pilihannya onde-onde oven Olivia Bakery. proses pembuatan onde-onde – Jen</p><p> Pelanggan Olivia Bakery, Onde-onde oven. Onde-onde, kue khas Kota Mojokerto ini sengaja dipilih sebagai produk baru dengan enam varian rasa menjadi pilihan tepat sebagai oleh-oleh karena rendah gula sehingga cocok untuk penderita diabetes. “Di bakery lain di Mojokerto tidak ada variasi onde-onde oven biasanya hanya onde-onde goreng. Kalau onde-onde goreng, kalau kita beli pagi. Sore udah keras, kalau ini beda sih. Kalau tambah lama tambah empuk. Di luar saja bisa tahan tiga hari, kalau rasa biasanya kita tahu kacang ijo saja tapi disini banyak rasa,” ungkapnya. Lanjutnya, namun onde-onde oven di Olivia Bakery memiliki enam varian rasa. Menurutnya, ia sudah mencoba onde-onde oven beberapa kali dan memang cukup disarankan di Olivia Bakery. Ia mengaku sudah puluhan tahun menajdi customer Olivia Bakery dan produk Olivia Bakery cocok buat oleh-oleh. “Kalau buat oleh-oleh bagus dari segi kemasan juga, di makan sendiri juga enak. Mojokerto terkenalnya onde-ondenya jadi kalau dibuat oleh-oleh cocok onde-onde oven ini. Harganya sendiri sesuai dengan kwalitas dan rasanya, rasanya premium dan harganya terjangkau,” pungkasnya. (Jen/er).<br></p>
← Kembali ke daftar berita