Detail Berita

Home > Info > Berita > Detail Berita

SHARING PENGALAMAN, FKS KAB.TUBAN KUNJUNGAN KERJA VIRTUAL KE FKS KOTA MOJOKERTO

04 November 2020

<p>MOJOKERTO-GEMA MEDIA: </p><p>Forum Kabupaten Tuban Sehat mengadakan kunjungan kerja virtual di Forum Kota Mojokerto Sehat, Rabu 4/11/2020. Kunjungan kerja kali ini dengan tujuan sharing pengalaman dalam penyelenggara<i>an</i> Kab./Kota Sehat (KKS). Lulut Purwanto Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban dalam sambutan<i>nya</i> menyampaikan bahwa, tujuan sharing pengalaman ini adalah untuk meningkatkan kinerja Forum Kabupaten Tuban Sehat sebagai mitra Pemerintah dalam penyelenggara<i>an</i> KKS kedepan. Hal -hal yang baik di Kota Mojokerto tentu bisa diadopsi sebagai bahan referensi di Kabupaten Tuban. </p><p>Dipilihnya Kota Mojokerto ini karena kinerja Forum Kota Mojokerto Sehat ini sangat aktif sehingga mampu mengawal pelaksana<i>an</i> KKS di Kota Mojokerto. Sementara itu Ary Setiawan S.STP, M.Si sekertaris Badan Perencana<i>an</i> Pembangunan Kota (BAPPEKO) Mojokerto mewakili tim Pembina Kota Sehat, didampingi Arif Eko Yulianto, S.Sos M.M Kabid.Perencana<i>an</i> Pemerintahan kesejahtera<i>an</i> Sosial dan Kebudaya<i>an </i>BAPPEKO, serta dr. Nur Azizah Kabid. Kesmas. Dinas Kesehatan Kota Mojokerto menyambut kunjungan melalui aplikasi zoom meeting tersebut. Kunjungan kerja virtual FKS Kab.Tuban di FKS Kota Mojokerto-dit </p><p>Riani,SH,M.Si ketua FKMS menyampaikan bahwa rencana awal<i>nya</i> kunjungan ini dilakukan secara tatap muka, namun akibat pandemic Covid – 19 yang tak kunjung henti, maka kunjungan dari FKS Tuban ini dialihkan secara Virtual. Dalam paparan<i>nya</i>, Riani menjelaskan terkait penguatan kelembagaan dan teknik penyusunan dokumen FKMS di Kota Mojokerto, diantara<i>nya</i> hirarki peraturan yang dipakai sebagai landasan hukum kegiatan FKS Kota Mojokerto, apa saja tugas – tugas sebagai Forum Kota Sehat, bagaimana mekanisme kerja dari FKS mulai dari teknis dan strategi penyusunan dokumen FKS dalam menghadapi verifikasi atau penilaian baik tingkat Provinsi maupun Nasional. </p><p> Sebagai mitra pemerintah lanjut Riani, FKS juga dapat berperan sebagai fasilitator, komunikator, dan juga evaluator. FKS sebagai evaluator, dalam hal ini FKS mencermati indicator yang ada dalam tatanan. Dari situlah kita dapat memetakan antara potensi dan masalah, antara inovasi dan hambatan. Hasil<i>nya</i> kita komunikasikan dengan tim Pembina sebagai bentuk rekomendasi forum. Sejauh ini inovasi-inovasi yang dilakukan oleh ma<i>sy</i>arakat bersama FKS Kota Mojokerto banyak sekali. Diantara<i>nya</i> Kampung tertib lalulintas, Posko pangan, pembinaan Lansia, Posyandu Jiwa (ODGJ), Bapak Samerto, Kampung Merejahe dan yang lainnya. Sementara itu 2 (dua) narasumber lainnya yaitu Dr. Windu Santoso S.Kp, M.Kep selaku koordinator tatanan 8 ( Kehidupan Ma<i>sy</i>arakat Sehat Mandiri), menyampaikan materi tentang Peran Forum dalam mendukung terwujud<i>nya </i>Kab/Kota Sehat. Seorang akademisi ini menyampaikan tentang peran forum di ma<i>sy</i>arakat dan peran forum di pemerintah.selain kegiatan yang berbasis anggaran pemerintah, forum juga dapat melakukan Pembina<i>an</i> secara mandiri. </p><p>Misalnya di sekolah dan juga kegiatan lainnya yang bersifat layanan public. Walaupun forum tidak memiliki anggaran, namun bisa melaksanakan kegiatan secara mandiri dalam bentuk kerjasama jejaring, misalnya Webinar dengan narasuber dari 4 Negara. Membuat bulletin “Coronng FKMS” digital setiap bulan. Riani dan Imam saat menyampaikan paparan tentang Kabupaten Kota Sehat-dit Sedangkan Drs. Imam Hanafi Koordinator Tatanan 1 (Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Sehat) menyampaikan materi tentang Mekanisme pembinaan Forum terhadap FKKS Kecamatan dan Pokja Sehat di Kelurahan / Desa. Disinggung oleh Aba Imam demikian panggilan akrabnya, bahwa mekanisme pembinaan bisa 2 (dua) arah. Berdasarkan permaintaan FKKS dan Pokja atau Forum yang turun kebawah. Hal ini sesuai dengan situasi dan kondisi. Setelah pemaparan dari 3 (tiga) Narasumber tersebut, dilakukan diskusi Tanya jawab yang dipandu moderator Ratna Sari,SKM Kasi Kesling Dinas Kesehatan Kab.Tuban. Dialog interaktif berjalan dengan baik diikuti oleh ketua Forum Kabupaten Tuban Sehat dan jajarannya. (dit/er)<br></p>
← Kembali ke daftar berita