Detail Berita

Home > Info > Berita > Detail Berita

HASIL EVALUASI INDEK CAPAIAN PEMBANGUNAN GENDER DI KOTA MOJOKERTO MENCAPAI 90...

28 October 2020

<p>MOJOKERTO – GEMA MEDIA:</p><p>Pada dasar<i>nya</i> tujuan dari Pengarusutama<i>an</i> gender adalah untuk mewujudkan kesetara<i>an</i> dan keadilan gender. wujud kesetara<i>an</i> dan keadilan gender meliputi akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat. “Pengarusutama<i>an</i> gender memiliki strategi untuk mendorong kesetara<i>an</i> gender dan keadilan”. Demikian disampaikan Ir.Heru Indra Triyono, MM tim evaluasi dari Dinas Pemberdaya<i>an</i> Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Timur saat memberikan asistensi di Kota Mojokerto. Dalam forum diskusi yang digelar di Aula Bappeko, selasa 27/10/2020, diikuti oleh DP3AKB beserta jajaran OPD di Kota Mojokero, serta perwakilan dari Perusaha<i>an</i> dan juga Perbankan. </p><p>Tujuan evaluasi ini kata Heru (panggilan akrab<i>nya</i>), untuk melihat sejauh mana program kegiatan itu dapat menjawab kesenjangan yang ada. Dengan evaluasi dapat melihat permasalahan-permasalahan dalam pelaksana<i>an</i> dan kendala serta kinerja dari program kegiatan yang terkait pembangunan gender. “Melihat apakah kesenjangan gender sudah ada tindak lanjut, evaluasi bukan semata untuk mengejar pengharga<i>an</i>”, katanya. Perwakilan perusaha<i>an</i>, Rumah Sakit Swasta dan Perbankan-an Pengarusutamaan gender dalam implementasi pembangunan dapat diwujudkan dalam ranah perencanaan pembangunan meliputi proses perencana<i>an</i>, implementasi, monitoring, dan evaluasi. Harapan<i>nya</i> proses pembangunan dapat dilakukan oleh seluruh lapisan ma<i>sy</i>arakat. diskusi bersama menggali potensi yang ada terkait program pro-gender-an </p><p>Strategi yang dilakukan secara rasional dan sistimatis untuk mencapai dan mewujudkan kesetara<i>an</i> dan keadilan dengan 7 (tujuh) syarat yaitu Komitmen Pemerintah Daerah, dengan menerbitkan peraturan perundangan. Kebijakan-kebijakan, RPJMD, Renstra, dan saluran lain<i>nya</i> yang pro gender. Kelembaga<i>an</i> yang terkait dengan pembangun gender. Adanya sumber daya manusia dan anggaran pro gender. Sumber daya yang disiapkan dapat melaksanakan PUG, manistrimnya gender. Data terpilah. Methode Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), modul-modul. Peran serta ma<i>sy</i>arakat terkait kesetaraan gender. </p><p>Utama<i>nya</i> akses untuk mendapatkan kesempatan dan partisipasi, fungsi kontrol, manfaat yang harus diterima seluruh lapisan masyarakat. Sejauh ini kesiapan Kota Mojokerto capaian indek pembangunan gender sudah mencapai 90 % lebih dan ini sudah diatas rata-rata provinsi. Pemkot Mojokerto komitmen<i>nya</i> sangat tinggi. Dilihat dari ada<i>nya </i>regulasi dari Peraturan Walikota Nomor 17 tahun 2020 tentang Pengarustamaan gender akan ditingkatkan menjadi Perda yang saat ini masih proses pembahasan di DPRD.Menurut Heru Kota Mojokerto sudah bagus walau ada sedikit kesenjangan pada indicator pendapatan perkapita dan pendidikan. Untuk ini masih ada kesempatan untuk update data sampai dengan tanggal 20 Nopember 2020. (an/er)<br></p>
← Kembali ke daftar berita